Kampung Wih Pesam Dinobatkan Sebagai Kampung Demokrasi
|
Redelong- Dalam rangka memberikan edukasi terkait kepemiluan kepada masyarakat Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Bener Meriah membentuk Kampung Demokrasi Pengawas Pemilu Partisipaatif di Kampung Wih Pesam Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, Selasa (23/8/22).
Tampak hadir Dalam kegiatan tersebut Pimpinan Panwaslih Provinsi Aceh Marini selaku Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Pj. Bupati yang di wakili oleh Asisten I Khairmansyah, Forkopimda, Forkopimcam, Kepala Desa Wih Pesam, Tokoh Ulama serta Masyarakat Kampung Wih Pesam.
Surahman Selaku Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga dalam sambutannya mengatakan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif.
“tujuan dari program pengawasan partisipatif Kampung Demokrasi adalah terbangunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengawasan partisipatif dan terselenggaranya Pemilu dan Pemilihan yang lebih demokratis berdasarkan asas asas pemilu” Jelasnya
Ketua Panwaslih Panwaslih Kabupaten Bener Meriah Yusrin dalam Arahannya menyampaikan, pembentukan Kampung Demokrasi pengawasan partisipatif bertujuan untuk meningkatkan pemantapan pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu, serta untuk memberikan pemahaman masyarakat terkait penanganan dan penyelesaian sengketa pemilu.
Selain itu, Yusrin, dengan adanya Kampung demokrasi ini, dapat terbangunnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif dan terciptanya peran aktif masyarakat dalam aktivitas pemilu di Kampung Wih Pesam ini.
“Juga tentunya, menjadikan Kampung Wih Pesam sebagai contoh pengawasan bagi Kampung lain yang ada di Bener Meriah. untuk itu kita patut berterima kasih kepada Panwaslih Aceh yang telah memilih Kabupaten Bener Meriah salah satu dari 13 Kabupaten/Kota yang terpilih membentuk Kampung demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Pj Bupati Bener Meriah, Plt Asisten I Setdakab Bener Meriah, Kharimasyah menyampaikan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi pembentukan Kampung demokrasi. “Ini patut kita apresiasi, sebab, dari 23 Kabupaten/kota se-Aceh hanya 13 Kabupaten terpilih menjadi tempat demokrasi atau disebut Kampung demokrasi.
“Artinya ada 10 Kabupaten tidak terpilih, dan kami juga mengucapkan selamat kepada Kampung Wih Pesam yang terpilihnya sebagai Kampung demokrasi dari 232 kampung yang ada di Bener Meriah,” kata Kharimansyah.
Dalam kesempatan itu, Kharimansyah menegaskan ada poin penting menjadi tugas bersama nantinya untuk memberikan pembelajaran dan pengetahuan bagi masyarakat terkait demokrasi politik,” Kita bersama-sama memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, karena hal ini sangat krusial,” sebutnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Panwaslih Aceh, Marini mengatakan tujuan dari program Kampung demokrasi sendiri yaitu agar masyarakat dapat memahami cara demokrasi melalui sosialisasi serta edukasi pendidikan politik bagi masyarakat yang dimulai dari Pemerintah terkecil dalam hal ini adalah Kampung. “Edukasi masyarakat dalam memahami nilai-nilai berdemokrasi itu penting agar berdampak kepada naiknya nilai partisipasi masyarakat khususnya tentang demokrasi. Jelasnya. Acara yang berlangsung di halaman Kantor Reje Wih Pesam ini diakhiri dengan penandatanganan deklarasi pembentukan Kampung Wih Pesam sebagai Kampung Demokrasi dan pelepasan balon selogan pemilu 2024 oleh seluruh tamu undangan.
Tag
berita